Kata - kata ini yang kemudian gue putusin untuk jadi pemacu semangat gue.
Stelah rasa keterpurukan gue atas apa yang gue alamin sebelumnya.
Atas nama " pengorbanan, toleransi, pengertian "
But.. when enough is enough..
Akhirnya, semua kata yang semakin memberatkan langkah gue,gue putusin untuk gue lupain.
Dan atas nama masa depan juga... gue coba kubur dalam-dalam masa lalu itu.
Hari perhari
Gue mulai bisa melupakan apa yang namanya " sakit hati, rindu, sedih dan kecewa "
Gue mulai bisa memahami lebih dalam lagi bahwa, ada satu nilai yang makin memperkaya bathin gue.
Dan akhirnya, rasa terimakasih dan syukur itu, jadi makna yang begitu dalam buat gue pahamin lagi.
Karena toh.. mau enggak mau.. Hidup adalah untuk di nikmati dan di hargai.
Dan gue betul-betul sempat merasa menjadi orang yang terbodoh sejagat alam karena berusaha menampik itu semua hanya karena rasa sentimentil kewanitaan gue yang kadang " terlalu "
Dan, entahlah.. rasa-rasanya bener.. kalo semakin kita ikhlas menghadapi masalah setelah apa yang kita usahakan terasa sia-sia, ketenangan dan kedamaian malah jadi hasil akhir setelah pergumulan dengan emosi .
Dan enggak tau gemana, belakangan ini, gue malah lebih menikmati hidup dengan lebih bijak lagi. Apalagi setelah perenungan yang cukup dalam gue lewatin, bahwa tiap masalah yang gue hadapin, malah membuat gue semakin menyayangi hidup gue dan keberadaan orang-orang di sekitar gue.
Walau sampai saat ini, gue masih aja mencari jawab atas segala pertanyaan gue, ke bimbangan gue, rasa ingin tau gue..
Walau gue pun enggak memaksa kan diri gue untuk mencari semua jawab itu dalam sehari semalam.
Gue berharap.. pada akhirnya.. semua akan berujung bahagia.
Karena .. cuma itu yang gue mau terjadi.. buat gue.. dan buat orang-orang disekitar gue.
Stelah rasa keterpurukan gue atas apa yang gue alamin sebelumnya.
Atas nama " pengorbanan, toleransi, pengertian "
But.. when enough is enough..
Akhirnya, semua kata yang semakin memberatkan langkah gue,gue putusin untuk gue lupain.
Dan atas nama masa depan juga... gue coba kubur dalam-dalam masa lalu itu.
Hari perhari
Gue mulai bisa melupakan apa yang namanya " sakit hati, rindu, sedih dan kecewa "
Gue mulai bisa memahami lebih dalam lagi bahwa, ada satu nilai yang makin memperkaya bathin gue.
Dan akhirnya, rasa terimakasih dan syukur itu, jadi makna yang begitu dalam buat gue pahamin lagi.
Karena toh.. mau enggak mau.. Hidup adalah untuk di nikmati dan di hargai.
Dan gue betul-betul sempat merasa menjadi orang yang terbodoh sejagat alam karena berusaha menampik itu semua hanya karena rasa sentimentil kewanitaan gue yang kadang " terlalu "
Dan, entahlah.. rasa-rasanya bener.. kalo semakin kita ikhlas menghadapi masalah setelah apa yang kita usahakan terasa sia-sia, ketenangan dan kedamaian malah jadi hasil akhir setelah pergumulan dengan emosi .
Dan enggak tau gemana, belakangan ini, gue malah lebih menikmati hidup dengan lebih bijak lagi. Apalagi setelah perenungan yang cukup dalam gue lewatin, bahwa tiap masalah yang gue hadapin, malah membuat gue semakin menyayangi hidup gue dan keberadaan orang-orang di sekitar gue.
Walau sampai saat ini, gue masih aja mencari jawab atas segala pertanyaan gue, ke bimbangan gue, rasa ingin tau gue..
Walau gue pun enggak memaksa kan diri gue untuk mencari semua jawab itu dalam sehari semalam.
Gue berharap.. pada akhirnya.. semua akan berujung bahagia.
Karena .. cuma itu yang gue mau terjadi.. buat gue.. dan buat orang-orang disekitar gue.




0 komentar:
Posting Komentar