
Catatan 08 April’09
Udah beberapa hari ini, gue mengalami fase dimana gue merasa membutuhkan kehidupan lain di luar apa yang gue jalanin saat ini.
Bukan semata refresing penghilang penat kerja, order iklan yang mulai sangat jauh berkurang, atau melupakan sejenak pembayaran cicilan ini itu.
Belakangan, ada kekosongan kebutuhan yang kayaknya, menyeruak mencari celah untuk di penuhi. Waduh !
Rasa nya gue ada di ambang antara kekuatan akal sehat gue dan emosi sesaat.
Gue merasa, ada setan dalam diri gue, yang biasanya selalu rapat terkunci, seperti menggedor-gedor pintu hati gue ,keras-keras dan bersiap menghancurkan jeruji yang gue gunain untuk mengurung nya rapat rapat selama ini.
Yap ! waktu gue bilang bahwa tiap orang memiliki sisi liar dalam diri nya, yang kadang , bisa menjadi raja walau hanya dalam 1 hari, membunuh akal sehat, menampikkan norma.
Mungkin kah gue saat ini berada di masa itu ?
Entahlah …
Pernah gue berfikir, kenapa Tuhan menciptakan gue didalam suatu wilayah yang masih sangat menghormati dan member nilai tinggi atas arti kesucian.
Mungkin kalau akal sehat lagi berjalan sempurna, pertanyaan itu Cuma jadi pertanyaan bodoh bahkan untuk di pikirin sekalipun.
Tapi akan jadi beda, bila kita dalam kondisi, walo gue enggak bisa men general kan apa yang gue rasa dan alami , akan begitu juga dengan kebanyakan orang.
Setidak nya saat ini, gue hanya bisa berbicara atas apa yang gue alami, gue rasa, gue yakini dan gue hakimi sebagai pembenaran walau hanya gue seorang yang merangkap menjadi juri, tersangka sekaligus hakim nya. Jaksa ? untuk situasi kayak gini, kadang gue gak memerlukan pembelaan dari siapa pun, karena toh kedudukan tertinggi, pemutus segala perkara, udah gue rangkap juga ? heheh
Balik ke soal kenapa gue di lahirin dalam wilayah yang masih memiliki adat ketimuran, kenapa gue enggak lahir di Negara sono aja … atau di kutub sekalian ? heheh
Kadang kalo lagi sensitive seperti ini, gue Cuma berharap, bahwa DIA masih bersedia penuh menjadi pelindung sejati gue, menjadi tameng utama dan terakhir gue, menjadi penerang kegelapan bathin gue, walau kadang gue bertanya, apa masih DIA mau lindungin gue dengan kekuatan penuh NYA kalo gue nya sendiri jarang-jarang banget inget DIA.
Apa gue layak meminta terang Nya kalo gue sendiri enggak pernah menyediakan sumbu buat pemantik apinya.
Apa gue layak mendapat segala berkat nya kalo gue hanya ingat DIA, saat gue merasa susah aja ?
Dan semua pertanyaan bodoh itu ,sepertinya menyadarkan kesadaran gue untuk kembali menghempas kan nya… dan pada akhirnya.. tetap… masih.. gue merasa terpuruk ..
Saat setengah kesadaran itu datang, gue meyakini satu hal bahwa.. Mungkin DIA tau seperti apa diri gue, mungkin DIA begitu sangat mencintai gue bahkan sejak gue belum ada di bumi ini, mungkin DIA perlu berfikir cukup lama untuk memilih tempat mana, dari rahim siapa, seorang seperti gue, harusnya di lahirkan.. mungkin DIA telah menjaga gue dengan cara-cara nya yang mungkin bahkan untuk saat ini sulit buat gue mengerti.
Mungkin, DIA juga mengetahui, bahwa .. entah lah… otak gue tiba-tiba merasa penuh, dengan Tanya dengan emosi dengan keinginan-keinginan bodoh .
Dan perkataan seorang teman, menyadarkan gue di titik kesadaran gue yang mulai hilang.
“ Hidup itu Cuma gemana cara elo mengendalikan apa yang elo miliki, jangan sampai segala yang kita punya, yang harusnya menjadi anugerah, apapun itu, malah menjadi umpan buat pemicu kehancuran hidup elo, hati nurani elo, jiwa elo “
Dan perkataan itu benar-benar menyadarkan gue… seperti sebuah oase di tengah kemusafiran gue.
Kembali gue merenung atas apa yang di ucapin temen gue itu.
OK.. DIA menciptakan gue utuh, well, sebagai seorang wanita, cantik itu relative banget kan, dan enggak apa juga kalo kita enggak dilahirkan dengan bonus lahiriah yang memikat mata, setidaknya gue udah di modali kesempurnaan seluruh anggota badan yang lengkap, walau belakangan, gue merasa, gue merasa kurang menjaga apa yang udah di beri sebagai investasi awal hidup gue, yeah.. gue emang termasuk wanita yang cuek banget,” asal “ kata nyokap, mungkin karena sisi egois gue kerap mendendangkan lagu “ emang gue pikirin “ hehehee
MUngkin temen gue itu bener, banyak orang yang malah menggunakan segala anugerah itu untuk kemudian membuatnya menjadi jauh dari si pemberi anugerah yang se sungguh nya.
Pemilik sejati segala anugerah yang tercipta, pencipta dan pemegang hak patennya.
Dan kata “ mengendalikan apa yang elo miliki “ yeah mungkin itu sangat ngena banget buat gue saat ini.
Di saat gue susah meng control segala akal , hati, mata, segala panca indera gue.
Mungkin gue memang perlu refresing, mungkin gue memang memerlukan tempat di mana gue bisa bersadar nyaman di kala kesedihan, keresahan, keterpurukan, ketidak berdayaan itu datang, mungkin gue memang perlu itu, mungkin gue juga memerlukan semua itu enggak hanya saat ini, mungkin lusa, mungkin setiap hari di tiap nafas hidup gue.
Tapi mungkin gue juga perlu tetap menyalakan kesadaran gue bahwa, semua itu hanya permainan hati dan harusnya gue bisa menemukan segala jawab dan ketenangan itu dengan menyusuri lorong-lorong hati gue.
Mungkin tiap orang tau apa yang bener-bener dia mau di dalam hidupnya.
Mungkin tiap orang berlari kea rah yang dia sangka adalah tempat itu tapi ternyata di tengah perjalan, berubah fikiran dan harus kembali mencari jalan lain untuk tujuan yang lain.
Mungkin malah banyak yang enggak tau apa yang dia mau bener-bener di dalam hidupnya, hanya menjalaninya dengan penuh syukur
Mungkin juga ada yang sangat tau dengan apa yang dia mau, dan menempuh segala cara untuk mencapainya
Dan gue…gue mungkin orang yang enggak tau apa yang gue mau, enggak tau juga jalan apa yang sekarang sedang gue jalanin, dan terlebih lagi enggak tau juga jalan yang gue tempuh ini nuju kemana… wakakkaakkaakkkakkaakakaakk………….